News & Event

Penggantian Oli Transmisi Otomatis Perlu diperhatikan

Rasa khawatir muncul terhadap transmisi otomatis mobil anda. Tansmisi otomatis lebih kompleks jika dibandingkan dengan transmisi manual, sebagian pengendara menilai bahwa jika mengalami kerusakan, ongkos perbaikan transmisi otomatis akan sangat mahal harganya.

Dengan kemajuan teknologi serta komponen yang lebih maju, kecemasan semacam itu memang sangat wajar. Namun, ada cara yang jauh lebih produktif dalam menghadapi masalah ini, yaitu: mencegah munculnya masalah sekecil apapun pada transmisi otomatis.

Cara pencegahan ini bisa dilakukan,salah satunya adalah dengan melalui perawatan yang benar. Pada intinya, perawatan transmisi otomatis dikonsentrasikan di seputar oli. Perawatan oli yang kurang bisa menimbulkan masalah-masalah berat pada transmisi otomatis. Oleh sebab itu dua kunci yang paling penting adalah:

1. Periksa kuantitas oli secara periodik. Jika terjadi kekurangan maka tambahkanlah dengan oli sejenis sesuai dengan ketentuan pabrikan atau buku pedoman dari pabrikan.

2. Lakukan penggantian oli transmisi setiap kelipatan 20.000 km. (Bagi pengguna oli dengan tipe ATF T-IV, penggantian bisa pada kelipatan 100.000 km). Pada kendaraan yang mempunyai lampu indikator oli, gantilah oli pada saat lampu indikatornya menyala (sebagi tanda oli harus diganti).

Pada transmisi otomatis, selain berfungsi sebagai penghantar, oli juga berfungsi sebagai pelumas. Apabiala terlalu encer atau terlalu kotor, maka daya lumasnya akan berkurang. Akibat berikutnya, daya hantar pun kurang sehingga oli transmisi pun menjadi lebih cepat panas.

Oli yang panas pada tranmisi akan menyebabkan kanvas-kanvas kopling hidrolik dan kanvas rem yang ada di transmisi tersebut cepat aus. Bahkan, kanvas-kanvas tersebut bisa terbakar. Jika sudah terbakar maka komponen ini tidak bisa lagi meneruskan tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke penggerak roda. Inilah yang bisa membuat mobil mogok.

Pada transmisi otomatis juga harus salalu diperiksa dari kemungkinan terjadinya kebocoran. Kebocoran oli transmisi biasanya terjadi karena seal-seal pada transmisi otomotis yang sudah aus atau rusak. Akibat bocornya oli, praktis kuantitasnya akan berkurang. Kekurangan akan mengakibatkan daya lumas menjadi berkurang. Efek terparah bisa sama dengan di atas: kanvas-kanvas bisa terbakar.

Oleh sebab itu, lakukan dua pemeriksaan sederhana. Agar kenyamanan menggunakan kendaraan bertransmisi otomatis menjadi maksimal. Seperti yang diketahui bahwa, transmisi matik memberikan keuntungan yang jauh lebih besar kepada pengguna kendaraan. Akan mengurangi kelelahan. Karena, tidak perlu menginjak pedal kopling dan memindahkan gigi-gigi transmisi. Ini akan sangat terasa terutama saat melintas di jalur macet. Perpindahan gigi secara otomatis berjalan lembut pada kecepatan sesuai kondisi pengendaraan. Hal ini akan menghilangkan kesulitan saat mengemudikan kendaraan.

Mencegah beban berlebih pada mesin dan pemindah daya, sebab semaunya dihubungkan secara hidrolis. Pada jalur yang menanjak, transmisi matik mencegah kendaraan bergerak mundur bila persneling di posisi D, 2 atau L. (Untuk mencegah kendaraan meluncur sendiri pada saat turunan, gunakan perseneling pada posisi 2 atau L, karena pada posisi ini terdapat engine brake. (suk.043)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *