News & Event

Car Sharing

Kemacetan dan polusi merupakan salah satu masalah yang sekarang menjadi perhatian seluruh masyarakat di dunia, terutama di kota-kota besar dunia, tidak terkecuali kota-kota besar di Indonesia.seperti Jakarta contohnya, kemacetan yang diakibatkan oleh banyaknya penggunaan kendaraan pribadi. Ada banyak metode atapun solusi yang telah diterapkan dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara yang disebabkan oleh gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor terutama mobil, diantaranya adalah : Car Free Day, larangan truk dan kendaraan bermuatan berat masuk kedalam tol pada pagi hari. Tetapi pada kenyataannya kedua solusi ini belum bisa mengurangi kemacetan dan polusi di Jakarta.

Car Sharing, apakah anda pernah mendengar kata yang satu ini? car sharing atau sistem berbagi mobil adalah salah satu usaha dalam memberi keleluasaan penduduk untuk tetap bermobil, sembari mengurangi jumlah mobil itu sendiri, karena penggunaan mobil pribadi yang semakin banyak bisa dijadikan data ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan pribadi. Menurut sejarahnya, Car Sharing pertama kali diluncurkan sebagai program resmi di Swiss pada tahun 1987 di kota Zurich sebagai bagian dari program “Einfach Fahren” atau berkendaraan dengan mudah. Disusul dengan Jerman pada tahun 1988, dan di Amerika Utara pada tahun 1993. Menurut Susan Shaheen pada disertasi doktoralnya di Universitas Davis, California, AS (2004), di Amerika anggota program Car Sharing telah mencapai 60 ribu orang lebih dengan mobil berjumlah hampir 1000 buah.

 

Kebijakan Car Sharing ini sendiri tergolong kebijakan lunak (soft policy) pada pengurangan angka ketergantungan mobil ini. Artinya orang masih bisa memilih untuk mengabaikan kebijakan ini. Hampir mirip dengan strategi lunak pada PAYD (pay as you drive), yang berarti semakin banyak kita berkendaraan maka akan semakin besar pengeluaran yang kita bayarkan.

Di beberapa negara yang sudah memberlakukan Car sharing, cara menggunakan Car Sharing terbilang mudah, para calon pengguna Car sharing tinggal mendaftarkan diri secara langsung atau online ketempat yang memberikan jasa ini, dan setelah proses daftar telah selesai maka calon pendaftar akan mendapatkan kartu anggota di kemudian hari, dan selanjutnya menikmati layanan car sharing ini. Car sharing ini dioperasikan 24 jam oleh para pengelolanya. Para anggota pun bebas menggunakannya sejauh ia suka, jadi hampir tak ada bedanya dengan mobil pribadi. Lebih cepat bisa digunakan dari pada sewa mobil, karena kantong-kantong parkirnya berada umum di tengah keramaian pusat kota maupun lingkungan padat penduduk di pinggir kota. Memang banyak manfaat yang bisa dirasakan dari kehadiran sistem Car Sharing ini. Ekonomis, tanpa harus memiliki kendaraan sendiri, parkir, maupun reparasi juga bukan menjadi beban lagi. Tapi di sisi lain, teknis penggunaannya yang tidak semudah yang dibayangkan, karena proses reservasi (pemesanan) membutuhkan waktu yang cukup lama karena banyaknya kendaraan tak sebanding dengan jumlah anggota. Faktor lainnya adalah biasanya car sharing ini hanya dimanfaatkan oleh perseorangan saja, bukan oleh keluarga atau sesuai kapasitas angkut mobil itu misalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *