News & Event

5 Langkah Mendeteksi Storing Audio Mobil Anda

Mungkin anda sering mendengar kata storing pada dunia otomotif, Tetapi apakah anda tahu, apa yang dimaksud storing itu? Apa penyebab munculnya storing? Beberapa orang mengatakan, storing menjadi momok bagi sebagian Installer, karena untuk membuangnya biasanya cukup lama, akan tetapi bisa juga dalam waktu singkat.

Jika storing tersebut sulit untuk diatasi, hal ini tentu akan memakan waktu, Anda pasti akan merasa jengkel. Di tambah lagi guna mengatasinya dapat mengganggu pekerjaan Installer di workshop. Sebelum terjadi, deteksi guna menghindarinya.

Storing merupakan gangguan yang mengakibatkan suara menjadi jelek, terdapat distorsi yang membuat kenyamanan pendengar menjadi tidak nikmat. Sehingga ketika mendengar system audio di mobil, telinga akan mendengar noise pada speaker mobilnya.

Storing itu merupakan noise yang masuk ke dalam sistem audio, biasanya berupa suara mesin, terdengar dari sistem audio mengeluarkan suara “ngiing” layaknya pesawat terbang. Dan jika mesin kendaraan digas maka suara tersebut biasanya bertambah kencang. Dan biasanya juga terdapat suara aneh lainnya.


Berikut merupakan 5 langkah untuk mendeteksi storing :

  • Drop Voltage, ini merupakan perbedaan voltase yang diterima oleh perangkat-perangkat audio mulai dari head unit sampai ke amplifier. Solusi praktis guna pencegahannya yaitu sumber listrik semua perangkat harus dari tempat yg sama (1 titik) dari head unit hingga power.
  • Ground Loop, ini merupakan perbedaan massa yang diterima setiap perangkat berbeda, pencegahannya serupa seperti point pertama. Dan tentunya, sumber ground di mobil harus satu titik juga.
  • Check Altenator, pada mobil kadang kala ditemukan altenator bersama pengisian aki yang kurang bagus, hal ini menyebabkan aliran listrik tidak stabil bukan hanya itu aliran listrik kadang kala bocor dan menyusur ke beberapa bagian kendaraan. Alhasil, apapun audio model yang di pasang pasti storing dan solusinya terdapat pada altenator dikasih kapasitor atau yang paling mudah silahkan untuk mengganti altenator.
  • Interferensi, yaitu dimana jika kabel speaker berdekatan dengan kabel listrik pada kendaraan sehingga terjadi interferensi listrik masuk ke suara speaker, sebaik apapun kabel listrik tentu terdapat radiasi di sekitar kabel itu. Antisipasi terjadi interferensi yaitu dengan menjauhkan kabel-kabel RCA atau speaker dari kabel-kabel listrik, setiap kabelnya disusun secara rapi sesuai jalur masing-masing.
  • Equipment storing, hal ini terjadi pada perangkat-perangkat audio seperti power dll, solusinya yakni dengan penggantian perangkat audio yang mudah mengalami gangguan storing.

Biasanya 5 hal ini yang sering mengakibatkan storing pada kendaraan. Semoga artikel ini, dapat berguna buat anda yang setia dari awal untuk membacanya.

(can16)

2 thoughts on “5 Langkah Mendeteksi Storing Audio Mobil Anda

  1. wira berkata:

    mas saya mau nanya, mobil saya kijang kapsul 97 kalau posisi acc lancar2 aja jika hidup msin baru trouble seperti head unit mati speaker bunyi jedug trs matu, itu knp ya mas? terimakasih sebelumnya.

    1. Guruh Ediana berkata:

      Selamat pagi, kemungkinan ada konslet Pak. Bisa di cek juga akinya. Apakah ada penambahan speaker?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *