YOKOHAMA ADVAN SPORT (JAPAN) V103 265/30ZR19 93Y

Rp 4.101.600,-
MAXXIS MA-918 MA-918 195/60 R15 88H

Rp 609.600,-
YOKOHAMA C.DRIVE (PHILLIPINES) C. Drive - AC01 195/50 R16 88V

Rp 965.100,-
GOOD YEAR WRANGLER DT WRANGLER DT 175 R13 LT 97/95N TL

Rp 535.000,-

Umur Ban Mobil Maksimal 8 hingga 10 Tahun

Sudah dibaca sebanyak 790 Kali

Posted on

Si hitam ban adalah perangkat penting pada kendaraan, umur ban pun harus diperhatikan oleh setiap pemilik mobil. Jika tidak, bahaya bakal mengancam.

Kondisi ban kini sudah dikembangkan sedimikian rupa oleh setiap produsen ban. Dan sesuai aturan, karakter serta kembang ban menentukan pemakaian sehari-hari. Ada karakter ban empuk serta terdapat karakter ban agak keras. Semua itu dikembangkan sesuai kebutuhan konsumennya.

 

Permasalahannya sekarang ini yaitu banyak pemilik mobil mengistrihatakan roda empat di dalam garasi begitu lama. Disebabkan durasi mobil tidak banyak bergerak, maka grip ban pun dipastikan dalam kondisi tebal.

 

Nah, GM Marketing PT Gajah Tunggal Tbk, Arijanto Notorahardjo mencoba memberikan saran. Ia menyarankan konsumen ada baiknya tidak lagi menggunakan ban yang tersimpan lama walau tapak ban masih baik.

 

Pasalnya, lapisan kompon dipastikan menjadi getas. Dengan begitu kombinasi kompon karet serta nilon yang berfungsi dalam menyangga beban mobil tidak dapat bekerja sempurna sehingga membahayakan pengendara serta penumpang. Bahayanya ban dapat tiba-tiba pecah di jalan.

 

"Penggunaan ban mobil adalah 8 tahun, serta maksimal 10 tahun. Walaupun ban masih bagus baik jangan digunakan lagi begitu masuk tahun kedelapan bahkan kesepuluh," kata Arijanto.

 

Menurutnya walau cara tersebut sangat menghemat ban tetapi tidak mementingkan keselamatan. Ban mobil seperti yang dikatakanya telah tidak dalam kondisi bagus dan sangat berisiko.

 

"Kita menganjurkan jangan digunakan lagi apabila telah 8-10 tahun. Hal ini sangat bahaya," imbuhnya.

(can77)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tags: ,


DIBACA : 791 Kali

Filter Item

Best Deal

INFO PROMOSI