FORCEUM Forc D 650 Forc D 650 185/65 R15 V

Rp 441.000,-
Continental CONTI SPORT CONTACT 5P 245/35 R19

Rp 4.484.000,-
Continental CONTI SPORT CONTACT 2 255/45 R18

Rp 3.268.000,-
FORCEUM Forc D 850 Forc D 850 205/50 ZR16 W XL

Rp 619.800,-

Timing Belt dan Kerja Mesin

Sudah dibaca sebanyak 2141 Kali

Posted on

Disebut dengan istilah `timing` karena komponen ini memang terkait dengan masalah waktu. Timing belt akan menentukan kapan tiba saatnya katup membuka dan menutup, serta kapan saatnya pengapian terjadi. Letaknya berada di dalam mesin, bagian depan.

Secara umum, timing belt berfungsi untuk menggerakkan camshaft (nokken as). Di dalam camshaft inilah yang terdapat katup-katup, yaitu katup hisap dan katup buang. Katup-katup ini akan membuka dan menutup akibat camshaft berputar.

Bisa dibayangkan jika timing belt tidak dapat berfungsi, putus misalnya. Jika putus, mesin mungkin bisa tetap hidup tetapi bisa mengakibatkan kerusakan pada komponen-komponen mesin bila tidak ditangani segera. Klep bisa bengkok atau patah. Atau, cylinder head membengkok. Kerusakan timing belt juga bisa membuat camshaft patah.

Jika kerusakan diatas memang terjadi, maka mau tidak mau mesin harus di-overhaul. Jika tidak, dapat mengakibatkan mesin mogok. Walau pun tidak mogok, mesin dapat hidup namun terdengar bunyi yang tidak normal (agak kasar). Dan, tentu semua pengendara tahu bahwa biaya overhaul lumayan mahal.

Beberapa kendaraan memang ada yang tidak mengakibatkan kerusakan beruntun saat timing belt-nya putus. Hal ini terjadi karena ada beberapa susunan katup yang tidak akan membentur kepala piston. Bila tidak terjadi benturan, otomatis tidak akan membuat katup bengkok atau patah. Sayang, jumlah kendaraan seperti ini tidak banyak.

Oleh sebab itu, kita perlu memberi perhatian lebih serius pada timing belt. Sebaiknya lakukan penggantian secara rutin. Untuk mobil-mobil dengan bahan bakar bensin, penggantian bisa dilakukan setiap 40.000 sampai 60.000 km. Sementara untuk diesel, biasanya bisa dilakukan setiap 100.000 km.

Hal lain yang perlu untuk diperhatikan adalah hindari kebocoran oli mesin pada ruang timing belt. Sebab jika cairan ini mengenai timing belt, maka timing belt dapat cepat panas. Jika panas, otomatis cepat mengeras. Artinya timing belt tidak lentur lagi sehingga mudah putus. (suk.044)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tags:


DIBACA : 2142 Kali

Filter Item

Promo Keren

KIOSBAN

SURVEY MEMBUKTIKAN
KAMI YANG PALING MURAH
HOT
DEALS

DAFTAR DI KIOSBAN.COM SEKARANG , DAN DAPATKAN INFORMASI DAN HAL MENARIK LAINNYA
Artikel
Promo
Bursa
Anda bisa mendapatkan Artikel Tips & Trik, Info Promo terbaru, Subscribe sekarang secara GRATIS.

INFO PROMOSI