GT CMPHPY CMPHPY 255/35ZR18 94Y XL

Rp 1.386.000,-
Evolution Tissue Aqua Organizer Hitam

Rp 65.000,-
MULTI STRADA ATR-K SPORT 165/55 R14 75V XL

Rp 430.500,-
HANKOOK Optimo K424 195/60R14 H

Rp 591.900,-

Dampak Dari Pengisisan Oli Yang Berlebihan Pada Kendaraan

Sudah dibaca sebanyak 2514 Kali

Posted on

Mengganti Oli kendaraan, kita bisa melakukannya sendiri di rumah. Tapi, ilmu dan knowledgenya tetap perlu untuk di kuasai dengan baik. Jika penggatiannya kurang tepat, maka bisa menimbulkan efek yang kurang baik bagi kendaraan Anda. Walau hanya termasuk pekerjaan yang sederhana, akan tetapi banyak ditemukan kasus yang dipicu oleh kekeliruan dalam penggantian oli. Yaitu saat mengisi oli, batas maksimumnya tidak diperhatikan sehingga oli tersebut melebihi kapasitas yang telah ditentukan oleh pabrikan.

Sebanarnya kapasitas oli mesin , tidak boleh melebihi tanda MAX yang tertera pada dipstick. Kalau terlanjur melewati batas tersebut, maka langkah yang harus Anda lakukan adalah kurangi lagi dengan cara membuka lubang pembuangan oli yang terletak di bawah mesin. Setelah dibuka sebentar lalu tutup lagi dengan mengencangkan baut pembuangan oli. Selanjutnya periksa kembali kuantitas oli melalui dipstick.

Dampak yang ditimbulkan dari kelebihan oli mesin memang tidak langsung mengurangi kenyamanan berkendara. Namun anda mesti mewaspadainya, sebab kondisi oli yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan oli dalam melakukan pelumasan pada mesin. Selanjutnya bisa di tebak, gesekan antarlogam di bagian mesin berlangsung dengan sangat kasar, yang pada akhirnya akan mengakibatkan komponen-komponen menjadi lebih cepat aus atau rusak.

Selain melemahkan fungsi pelumasan yang membantu gesekan antarlogam berlangsung dengan halus, oli yang terlalu banyak juga dapat mengurangi kemampuan dalam mendinginkan mesin. Seperti yang kita ketahui, selain melumasi, oli juga berfungsi sebagai pendingin logam-logam yang saling bergesekan.

Penurunan pada daya pelumasan dan fungsi pendinginan terjadi disebabkan saat oli terlalu penuh, maka akan berpotensi merendam poros engkol. Nah jika komponen ini terendam, maka secara otomatis cairan oli akan terkocok-kocok. Selama mesin dinyalakakan komponen ini memang akan terus bergerak berputar. Seperti halnya telur yang jika terlalu lama dikocok akan menimbulkan busa, begitu juga cairan oli. Oli juga akan menjadi berbusa, yang menandakan ada gelembung udara di dalamnya.

Adanya busa dan gelembung udara inilah yang menjadi indikasi kualitas oli yang mulai menurun. Daripada fungsi dan peranan oli terganggu, maka lebih baik cegah munculnya busa-busa itu dengan cara mengurangi lagi oli jika melebihi tanda MAX saat mengisi. (suk.043)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tags: , ,


DIBACA : 2515 Kali

Filter Item

Best Deal

INFO PROMOSI